Carut Marut, Orang Mampu, ASN hingga Perangkat Desa Terima Bantuan Sosial

MENUNGGU: Sejumlah warga menunggu giliran saat mengurus pencairan bantuan sosial dari pemerintah.


JEPARA - Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dinilai carut marut. Masih banyak ditemukan penerima bantuan penanggulangan dampak Covid-19 dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang tidak tepat sasaran.

Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Kabupaten Jepara Urip Budi Utomo didampingi Kasi Pemberdayaan Sosial Joko Suswanto menyampaikan, penyaluran BST itu dari pusat langsung ditransfer ke rekening penerima manfaat. Bantuan yang disalurkan senilai Rp 600 ribu.

Penerima BST di Kabupaten Jepara yang langsung mendapatkan transfer ke rekening penerima manfaat mencapai 2.082 orang. Data tersebut langsung dari pusat. Sayangnya, tidak melalui verifikasi maupun validasi terlebih dahulu.

Sehingga, diakuinya mengalami banyak masalah dalam penyalurannya. Karena tidak tepat sasaran. Dari informasi yang diperoleh, orang mampu atau kaya, sekretaris desa (sekdes) atau carik ASN, dan perangkat desa lain ada yang menerima bantuan tersebut. ''Masalah tidak tepat sasaran ini terjadi merata, tidak hanya di Kabupaten Jepara,'' terangnya.

Pihaknya mulai Rabu (13/5/2020 mengirim data penerima BST transfer dari Kemensos ke masing-masing desa. Nantinya untuk diverifikasi ulang. Sehingga pihak yang tidak berhak menerima bisa mengirim kembali datanya agar dilakukan penghapusan oleh Kemensos.

Tak hanya BST transfer, BST yang disalurkan melalui Kantor Pos juga ada yang kurang tepat sasaran. Orang mampu maupun sudah meninggal dunia masih terdata.

Namun, imbuh Urip, pembagian BST melalui Kantor Pos dapat ditangguhkan apabila tidak tepat sasaran. Total penerima BST ini mencapai 10.583 kepala keluarga (KK). “Jika benar-benar tidak tepat sasaran bisa ditangguhkan,'' terangnya.

Tak berbeda dengan BST, penerima kartu keluarga sejahtera dengan bantuan sembako senilai Rp 200 ribu untuk sembilan bulan juga banyak yang kurang tepat sasaran. Bantuan ini juga bisa ditangguhkan jika tidak tepat sasaran. Total penerima KKS mencapai 77.719 KK. ''Yang tidak bisa ditangguhkan adalah BST yang langsung transfer,'' tegasnya. (epi)

Tidak ada komentar untuk "Carut Marut, Orang Mampu, ASN hingga Perangkat Desa Terima Bantuan Sosial"