Dorong Pemkab Perhatikan Pesantren Saat New Normal

DOK. DPC PKB JEPARA
SEBELUM COVID: Para santri mengikuti khataman Alquran belum lama ini.


JEPARA – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memperhatikan pondok pesantren. Terutama, pengintegrasian pondok pesantren dengan tempat ibadah saat kebijakan New Normal.

Ketua DPC PKB Jepara KH Nuruddin Amin mengatakan, Pemkab Jepara harus memperhatikan sektor pendidikan. Karena sangat dibutuhkan bagi perkembangan pendidikan anak. Termasuk, pesantren yang proses belajar mengajarnya dilakukan secara komunal.

Selama pandemi Covid-19, pondok pesantren mengalami dampak yang signifikan. Ada sekitar 303 pondok pesantren di Kabupaten Jepara. Dari jumlah itu, ada 20 ribu santri yang dipulangkan.

Sementara, imbuh Gus Nung-sapaan KH Nuruddin Amin menjelaskan, mayoritas wali santri memiliki tingkat ekonomi ke bawah. Sehingga tidak memiliki kemampuan fasilitas pembelajaran daring. “Bahkan, ada yang tidak mampu membayar iuran bulanan,” papar wakil ketua DPRD Jepara.

Di sisi lain, lanjutnya, pesantren harus memikirkan kelangsungan hidup para pengajarnya. Oleh karena itu, pesantren yang tetap melakukan aktivitas pembelajaran ini memerlukan anggaran untuk operasional dan bantuan lainnya.

Gus Nung menambahkan, sosialisasi panduan teknis mengenai penerapan New Normal juga penting dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, pemerintah dapat memberikan bantuan, seperti fasilitasi rapid test dan pemeriksaan swab, pemenuhan kebutuhan ketahanan pangan dan ekonomi pesantren.

Apalagi, saat ini Pemkab Jepara telah menganggarkan dana untuk penanganan Covid-19. Anggaran tersebut harus dikawal. “Agar dialokasikan tepat sasaran,'' tegasnya. (epi)

Tidak ada komentar untuk "Dorong Pemkab Perhatikan Pesantren Saat New Normal"