Harga Rokok Naik, Vape Dilirik

DOK
MEMBELUDAK: Salah satu kios yang menjual vape ramai dikunjungi pengunjung.


JEPARA – Sebagian perokok beralih ke vape (vaping). Karena harga cairan (likuid) vape dinilai lebih murah. Sedangkan, harga rokok mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

Zuhril, salah satu pemilik toko vape di Kecamatan Jepara, Jepara mengaku, penjualan vape terus mengalami peningkatan. Baik produk likuid maupun perangkat vape. Seperti cartridge pod, baterai, mod, hingga aksesori.

Peningkatan tersebut terjadi sehak awal tahun 2020. “Banyak pemain vaping baru," ungkapnya.

Dia menjelaskan, harga likuid vape sendiri termurah sekitar Rp 70 ribu per botol 60 mililiter. Dengan volume tersebut biasa habis dipakai sekitar dua pekan.

Namun, bagi pemain baru modal awal untuk perangkat vape berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu. “Itu hanya di awalnya saja," imbunya.

Dari bisnis tersebut, Zuhril mampu meraup laba. Meski dengan gerai yang tergolong kecil, dia mampu membuka cabang usaha. Lokasi di Kecamatan Bangsri, Jepara.

Saat ini ada enam karyawan yang dipekerjakannya. Rata-rata dari kalangan anak-anak putus sekolah. “Ada empat orang putus SMA, seorang putus kuliah, dan seorang lulusan SMA," tuturnya.

Sementara itu, Suhebrin Suryadinata, salah satu vaping mengaku, bau asap yang dihasilkan vape tidak menyengat. Selama ini baginya melakukan perawatan peranti dengan cara membersihkan. "Rutin mengganti koil, kapas, dan rajin dibersihkan," ungkapnya. (epi)

Tidak ada komentar untuk "Harga Rokok Naik, Vape Dilirik"