Hasil Tracking, 21 Warga Diminta Isolasi Mandiri

DOK
PENYEMPROTAN: Tim GTPP Kabupaten Jepara melakukan penyemprotan terhadap tempat kerja AK di Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Jepara.


JEPARA – Pasca kasus baru pasien positif korona di Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Jepara, tim kesehatan langsung melakukan penelusuran. Terutama, warga yang pernah kontak dengan pasien yang berasal dari Gunung Pati, Semarang.

Pasien selama ini bekerja di pabrik mebel di Desa Batealit. Selama bekerja, AK, 46 tahun nglaju setiap dua hari sekali dari Semarang-Jepara.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jepara dokter Fakhrudin menerangkan, telah melakukan tracing untuk mengetahui kontak erat dengan pasien. Ada 27 orang yang diminta melakukan isolasi mandiri.

Setelah diketahui AK positif Korona, ada 21 orang terdata sebagai kontak erat pasien. Mereka diminta menjalani isolasi mandiri. Mereka dalam pantuan Satgas Covid Desa masing-masing. “Rencananya akan di-swab juga,'' ungkapnya.

Tracking juga dilakukan untuk warga di luar Kabupaten Jepara melalui koordinasi GTPP. Hasil sementara, diketahui ada 22 orang di luar Jepara yang merupakan kontak erat dari pasien.

Daftar orang tersebut sudah dikomunikasikan dengan Dinas Kesehatan masing-masing untuk ditindaklanjuti. ''Pasien dan keluarga sudah masuk ke Karantina Pemkot Semarang,'' paparnya.

Pihaknya juga melakukan penyisiran gudang mebel tempat AK bekerja. Tim kesehatan melakukan penyemprotan disfektan. (epi)

Tidak ada komentar untuk "Hasil Tracking, 21 Warga Diminta Isolasi Mandiri"