Korban KDRT Luka Bakar 90 Persen Terima Bantuan

DISERAHKAN: Pendamping Sosial PKH menyerahkan hasil donasi dari masyarakat kepada Petinggi Sinanggul,

JEPARA – Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), AR, 43, asal Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo masih menjalani perawatan di RSUD RA Kartini. Karena mengalami luka bakar di seluruh tubuhnya. Luka bakar yang dialami sekitar 90 persen dari tubuhnya.
Di tengah menjalani perawatan, AR mendapatkan bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan itu diserahkan kepada Petinggi Sinanggul A Sholeh. Penyerahan itu disaksikan Babinkamtibmas Desa Sinanggul Bripka Handoko dan Babinsa Desa Sinanggul Kopda Sugeng Maryanto.
Selepas itu, bantuan diserahkan kepada keluarga korban. Bantuan itu diterima anak korban Wahyu Vina Listiani dan adik korban Supriyono.
M. Abdul Ghofur, Pendamping Sosial PKH Desa Sinanggul mengaku, sebelumnya mendapatkan kabar bahwa AR menjadi korban KDRT. Korban mengalami luka bakar sekitar 90 persen. AR menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Namun, JKN KIS PBI dari pemerintah tidak bisa digunakan untuk menjamin pengobatan medis dikarenakan akibat KDRT. Untuk itu pihaknya menggalang donasi dari masyarakat. Hasilnya terkumpul Rp 11,665 juta.
“Donasi ini direspon baik oleh ibu-ibu KPM PKH se-Kabupaten Jepara. Dikarenakan rasa prihatin yang mendalam,” ujar M. Abdul Ghofur Kamis (7/5/2020).
Pihaknya hasil donasi tersebut digunakan sebaik-baiknya untuk pembiayaan pengobatan. “Semoga ibu AR bisa segera beraktifitas seperti sedia kala,” lanjutnya.
AR, imbuhnya, sebelumnya merupakan Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) pada 2014. Kemudian, di 2018 memberanikan diri untuk meminta lulus dari PKH. Karena dia sudah merasa mampu dalam membiayai sekolah anaknya di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD). (epi)

Tidak ada komentar untuk "Korban KDRT Luka Bakar 90 Persen Terima Bantuan"