Mosi Tak Percaya DPRD Jepara Melenceng dari Tujuan

BERI KETERANGAN: Sejumlah anggota DPRD dan ketua DPRD Jepara (tiga dari kiri) memberikan klarifikasi atas tujuan mosi tidak percaya.


JEPARA – Sejumlah anggota DPRD Jepara menilai tujuan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali sudah melenceng. Yakni, tidak ada tujuan melengserkan posisi ketua DPRD Jepara.

Ada sekitar 21 anggota DPRD Jepara yang memberikan klarifikasi di Maribu Resto pada Minggu (18/5/2020) malam. Mereka berasal dari Fraksi Golkar, Nasdem, PKS, PAN, PKB, Gerindra.

Jamal Budiman, juru bicara anggota DPRD Jepara menerangkan, mosi tidak percaya untuk menegur ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali. Agar ketua DPRD Jepara bersikap lebih baik.
Selain itu, mereka tidak bermaksud melaporkan Imam ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Jepara ''Tidak ada tujuan melengserkan Imam Zusdi Ghazali dari jabatannya sebagai ketua DPRD Jepara,'' ujarnya.

Gerakan mosi tidak percaya tersebut, imbuhnya, bertujuan ketua DPRD Jepara bisa melaksanakan fungsi kedewanan secara kolektif kolegial. “Selain itu, arif dan bijaksana,'' ungkapnya.

Mengenai laporan ke BK yang terlanjur masuk, mereka menunggu proses. Nantinya BK akan melakukan klarifikasi. “Kami harapkan ada penyelesaian secara internal,'' tambahnya.
Menurutnya, tujuan dari gerakan tersebut dianggap sudah tercapai. Karena beberapa waktu lalu Imam Zusdi Ghozali sudah menandatangani kesediaan merubah sikapnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Jepara Kholis Fuad menambahkan, dari 36 anggota DPRD Jepara yang menandatangai surat mosi tidak percaya, tidak ada yang memegang surat tersebut. Namun, surat itu ada di tangan wakil ketua DPRD Jepara. Surat tersebut dijadikan dasar melaporkan ke BK. (epi)

Tidak ada komentar untuk "Mosi Tak Percaya DPRD Jepara Melenceng dari Tujuan"