Mudik ke Jepara Bakal Dikarantina di Gedung BLK

CEK PERLENGKAPAN: Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi (kanan) mengecek kesiapan Gedung BLK sebagai tempat karantina Kamis (7/5/2020). 

JEPARA – Gedung Balai Latihan Kerja (BLK), Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, dinyatakan siap menampung pemudik. Sejumlah tempat tidur dan fasilitas telah disiapkan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Jepara.
Untuk melihat kesiapan tempat, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jepara Dian Kristiandi melakukan peninjauan lokasi Kamis (7/5/2020) pagi. Plt Bupati Jepara didampingi Sekda Jepara Edy Sujatmiko, Asisten Pemerintahan dan Hukum Abdul Syukur, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara Mudrikatun, dan Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto. 
Dalam kesempatan itu, Andi-sapaan Dian Kristiandi menerangkan, menyiapkan dua skema untuk mengantisipasi datangnya para pelaku perjalanan ke Kabupaten Jepara. Pertama, pelaku perjalanan dari daerah transmisi lokal akan transit terlebih dulu di BLK Pecangaan. “Ada 48 tempat tidur yang disediakan untuk mereka beristirahat,” ungkapnya. 
Mereka akan diistirahatkan sekitar 12 jam. Dalam kesempatan itu, mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Selepas dinyatakan sehat dan tidak ada gejala yang mengarah Covid-19 atau korona, mereka mendapatkan bimbingan. 
Mereka juga akan menandatangani berita acara, yakni mampu swakarantina mandiri di rumahnya masing-masing. 
Kedua, imbuhnya, bagi mereka yang tidak memenuhi syarat swakarantina diri di rumah dengan kondisi tidak sehat. Apalagi, mereka mempunyai anggota keluarga yang risiko tinggi, seperti ibu hamil, bayi, lansia, dan penyakit kronis. “Mereka akan diminta melakukan isolasi di BPK Pecangaan,” paparnya.
Di BLK telah disiapkan delapan kamar. Selama menjalani karantina akan dipantau Tim Satgas selama 14 hari. 
Selama menjalani karantina, kebutuhan warga akan dipenuhi. “Kebutuhan makan tiga kali sehari, perlengkapan mandi, dan cuci sudah disiapkan. Jadi jangan khawatir,” imbuhnya.
Selain BLK, pihaknya juga menyiapkan Puskemsas Nalumsari II. Puskesmas tersebut untuk menampung Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau pasien sedang menunggu konfirmasi hasil tes swab, dan pasien positif yang tidak memerlukan perawatan rumah sakit karena kondisinya stabil. 
“Disediakan kamar. Kapasitasnya tiga hingga enam kamar. Selama di puskemas, mereka juga dalam pengawasan Tim Satgas,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus korona, Andi juga berharap, masyarakat memiliki kesadaran melakukan social distancing. Sebab, ada yang beranggapan dirinya sehat sehingga mengabaikan protap kesehatan lainnya. (epi)

Tidak ada komentar untuk "Mudik ke Jepara Bakal Dikarantina di Gedung BLK"