Pemkab Jepara Tak Gelar Pesta Lomban

DOK. PEMKAB JEPARA
PELARUNGAN: Pesta Lomban tahun 2019 lalu berlangsung meriah. Untuk tahun ini tidak ada Pesta Lomban, namun pelarungan tetap diadakan dengan jumlah yang terbatas.


JEPARA – Pekan Syawalan atau Pesta Lomban di Kabupaten Jepara tahun ini ditiadakan. Namun, ritual pelarungan kepala kerbau tetap diadakan. Pelaksanaannya dengan peserta yang dibatasi.

Hal ini dilakukan untuk membatasi penularan atau penyebaran virus Covid-19 atau Korona. Padahal, even ini biasanya ditunggu oleh masyarakat Kabupaten Jepara dan sekitarnya.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza menerangkan, Pekan Syawalan tahun ini memang ditiadakan. Mengingat ada larangan untuk membuat even mengundang atau menimbulkan kerumunan warga.
Selama ada Covid-19 semua tempat wisata di Jepara masih ditutup. “Semua ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Korona,” ujar Zamroni Lestiaza.

Untuk ritual pelarungan kepala kerbau diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintahan Kelurahan Ujungbatu dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Jepara. Ketua HNSI Kabupaten Jepara mengaku, telah diberitahu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tidak ada Pekan Syawalan.

Namun, untuk pelarungan kepala kerbau tetap dilakukan. Karena larungan kepala kerbau merupakan budaya para nelayan dan warga setempat. Pihaknya melakukan dengan sederhana dan terbatas.

Terpisah, Lurah Ujungbatu Anjar Jambore Widodo mengatakan, berdasarkan usulan warga dan nelayan, pelarungan kepala kerbau dan doa tetap diadakan. Meski, jumlahnya sangat dibatasi. “Untuk daging kerbau akan dibagi secara merata,” papar Anjar. (epi)

Tidak ada komentar untuk "Pemkab Jepara Tak Gelar Pesta Lomban"