Posisi Ketua DPRD Jepara “Digoyang”

LAYANGKAN: Wakil Ketua DPRD Jepara menyatakan telah melayangkan mosi tidak percaya dan melaporkan ketua DPRD Jepara ke BK.


JEPARA – Posisi Imam Zusdi Ghozali sebagai ketua DPRD Jepara ”digoyang”. Dia tidak dipercayai lagi oleh para wakil ketua dan sejumlah anggotanya. Karena tiga wakil ketua dan sejumlah anggota melayangkan mosi tidak percaya.

Para wakil ketua  DPRD Jepara, yaitu Pratikno dari Partai Nasdem, Junarso dari PDI Perjuangan, dan Nuruddin Amin dari PKB. Sedangkan, anggota yang melayangkan ada 36 orang.

Layangan mosi tidak percaya diawali 36 anggota DPRD Jepara pada 4 Mei 2020. Selepas itu, tiga wakil ketua pada 8 Mei 2020. ''Mosi tidak percaya oleh wakil ketua DPRD telah ditandatangani,” ujar Pratikno, wakil ketua DPRD Jepara saat jumpa pers Minggu (17/5/2020).

Tidak hanya itu, pihaknya juga melaporkan ketua DPRD Jepara ke Badan Kehormatan (BK). Laporan itu disampaikan Jumat (15/5/2020) kepada Sekwan. Saat melaporkan disaksikan oleh dua anggota DPRD Jepara, Chaerul dan Solikin. “Keduanya merupakan anggota BK,'' imbuhnya.

Terkait mosi tidak percaya ini, Pratikno menjelaskan, ada lima poin pernyataan dinilai diselesaikan secara konstitusional. Di antara poin- ada dugaan pelanggaran yang dilakukan ketua DPRD, ditengarai tidak menggunakan fungsi kolektif kolegial dalam mengambil kebijakan dan keputusan, dugaan jarang memimpin rapat paripurna dan rapat–rapat lain tanpa alasan yang jelas, hingga dugaan penggunaan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi.
“Kami dari unsur pimpinan, akhirnya melaporkan masalah ini ke BK agar ditangani sesuai kelembagaan dan memberi kejelasan bagi masyarakat,'' terangnya.

Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso menambahkan, Badan Kehormatan menjadi saluran konstitusional. Anggota dari Fraksi PDI Perjuangan ini berharap BK dapat memutuskan seadil-adilnya. “Sehingga DPRD Jepara dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,'' ujarnya.

Terpisah, Imam Zusdi Ghozali saat dikonfirmasi mengaku, belum bisa menyampaikan banyak hal. ''Tidak ada pelanggaran hukum yang saya lakukan,'' ujarnya. (epi)

Tidak ada komentar untuk "Posisi Ketua DPRD Jepara “Digoyang”"