Prihatin Wabah Korona, Ustad Muhammad Luthfi Ciptakan Lagu Doa untuk Negeri

Dok Ustad Muhammad Luthfi
BENTUK KEPRIHATINAN: Ustad Muhammad Luthfi menyanyikan lagu Doa untuk Negeri.


Koreksi Diri, Tuntunan Doa, dan Tingkatkan Takwa Dikemas dalam Lagu

PATI – Virus Covid-19 atau Korona tidak kunjung menghilang. Kondisi itu menjadi keprihatinan bersama. Termasuk, para ustad di kalangan pondok pesantren Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati.

Salah satunya, Ustad Muhammad Luthfi. Ustad di salah satu pondok pesantren ternama di Desa Kajen ini mengungkapkan rasa keprihatinnya dengan merilis lagu regili. Lagu dengan tajuk Wabah Covid-19 merupakan karyanya sendiri. “Judulnya Doa untuk Negeri. Lagu ini sudah dapat disaksikan di Youtube,” ungkapnya Kamis (21/5/2020).

Ustad Luthfi menjelaskan, dalam lagu itu untuk memotivasi masyarakat mengoreksi diri. Selain itu, menuntun berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari dampak wabah Korona. Lagu tersebut juga mendorong masyarakat meningkatkan ketakwaan kepada Allah. “Semua itu dikemas dalam sebuah lagu,” jelasnya.

Lagu tersebut, imbuhnya, terinspirasi dari keprihatinan mendalam, solidaritas kebangsaan, dan kemanusiaan yang tinggi atas wabah yang sedang melanda di seluruh dunia. Khususnya, di Indonesia.

Wabah Korona yang berkepanjangan ini, jelasnya, tidak hanya berpotensi mengancam keselamatan jiwa manusia. Tetapi melumpuhkan sendi kehidupan yang lain. Sehingga dikhawatirkan berimbas pada krisis multidimensional.

Saat ini sektor ekonomi, pendidikan, budaya, dan lainnya terasa lumpuh dan stagnan. Tak terkecuali, dunia sekolah dan kependidikan yang digeluti para santri dan ustadz di pesantren juga diliburkan total. “Bahkan, para santri terpaksa dipulangkan lebih dini,” imbuhnya.

Lagu Doa untuk Negeri bukan satu-satunya yang menjadi karya Ustad Luthfi. Ada beberapa lagu lain hasil karyanya. Karyanya sendiri maupun bersama ustad yang lain sering ditampilkan di beberapa momen paduan suara pesantren sejak 13 tahun lalu. “Sayangnya belum dipublikasikan di media sosial. Akan akan di-review di Youtube,” paparnya.

Beberapa karya lagu ciptaan sendiri maupun bersama ustadz lain di antaranya Hayya Zuhairoti, Qif Bid Dumuu', My Love Is Muhammad, Selamat Jalan Kakakku, dan lainnya. Selain itu, ada Mars dan Hymne beberapa perguruan tinggi swasta karya ciptanya. Di antaranya IPMAFA Pati, STAI Khozinatul Ulum Blora, IAIBAFA Pesantren Tambakberas Jombang, dan Pesantren Hikamus Salafiyah Cipulus Purwakarta.

Selain sebagai tenaga pendidik, Ustadz Luthfi juga dikenal sebagai pelatih marching band di beberapa unit lembaga pendidikan se-eks Karesidenan Pati. Termasuk, marching band Pesantren Al Anwar Sarang Rembang. “Sebagian besar pelatih marching band yang aktif saat ini pernah belajar bersama saya,” paparnya.

Marching band sudah digelutinya sejak 1994. Saat itu masih berstatus siswa kelas 3 MTs. Tetapi, dia sudah menyandang predikat pelatih. Ustad Luthfi berhasil membawa unitnya tampil dalam parade senja di Istana Kepresidenan.

Khusus dunia tarik suara, dia menyatakan mengeluti sejak menyatakan keluar dari marching band. Dia merintis paduan suara santri pesantren sejak 2007. Dia menularkan dan mengaktualisasikan bakatnya yang lain di dunia vokal. Sebelumnya Ustad Luthfi dikenal sebagai ahli qori tilawatul qur'an.

Kini Ustad Luthfi sedang merintis Pesantren Djawaahir el Valaah (Djava). Lokasinya di belakang Kampus IPMAFA Pati. (epi)

Tidak ada komentar untuk "Prihatin Wabah Korona, Ustad Muhammad Luthfi Ciptakan Lagu Doa untuk Negeri"