Temukan Warga Reaktif Rapid Test di Pasar Tradisional

LAKUKAN PEMERIKSAAN: Tim GTPP Covid-19 Kabupaten Jepara melakukan Rapid Test secara acak terhadap pengunjung pasar tradisional dan pasar modern.


JEPARA – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Jepara menemukan sembilan orang yang reaktif terhadap Rapid Test. Selepas tim melakukan tes secara acak di sejumlah pasar tradisional dan modern.

Selain itu, tim juga menemukan dua orang reaktif Covid-19 di Kelurahan Bulu, Kecamatan Kota, Jepara. Juru Bicara Tim GTPP Covid-19 Kabupaten Jepara dokter Fakhrudin berharap, masyarakat tidak berlebihan dalam menyikapi.

Terutama, imbuhnya, sikap mengucilkan atau mendiskriminasikan warga yang reaktif saat Rapid Test. “Justru harus diberi dukungan, semangat, dan motivasi," ujarnya.

Menurutnya, orang yang reaktif positif itu bukan berarti mereka positif Korona. Untuk menentukan seseorang positif dari wabah tersebut, tetap merujuk hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) atau tes Swab.
Rapid Test hanya sebagai pemeriksaan awal. “Bukan untuk mendiagnosa infeksi virus Korona, sehingga tidak perlu panik,” paparnya.

Apabila terdeteksi pada Rapid Test, terangnya, bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain atau coronavirus jenis lain, bukan yang menyebabkan Covid-19 atau SARS-Cov-2. Sehingga perlu dilakukan pengambilan tes Swab guna memastikan apakah benar terdapat infeksi Korona atau tidak. “Untuk itu kita tunggu hasilnya," paparnya.

Selama menunggu hasilnya, mereka menjalani isolasi mandiri di rumah minimal 14 hari. Selama isolasi, diharapkan tidak bepergian dan menghindari kontak dengan orang lain, menerapkan pola hidup sehat, dan terapkan jaga jarak," ungkapnya. (epi)

Tidak ada komentar untuk "Temukan Warga Reaktif Rapid Test di Pasar Tradisional"