Tersangka Pembunuhan Dongos Tinggalkan Topi di Rumah Korban

GELAR KASUS: Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto (kiri) memaparkan kasus dugaan pembunuhan di Desa Dongos di Mapolres Jepara.


JEPARA – Teka-teki motif dugaan pembunuhan terhadap Sintya Wulan Dari, 21 tahun akhirnya  terungkap. Tidak terkait persoalan asmara.

Indra Permana, tersangka yang ditangkap anggota Polres Jepara awalnya ingin mengusai sepeda motor dan handphone milik korban. Namun, aksi yang dilakukan pria kelahiran Ciamis, 21 Maret 1994, diketahui korban. Sehingga tersangka panik.

Disaat panik itu, tersangka tega menghabisi warga RT 1 RW 1, Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Jepara. Padahal, korban saat itu baru saja selesai mengucapkan salam terakhir Salat Dhuhur.

Kejadian itu berawal korban pulang ke rumah saat jam istirahat siang. Setiba di rumah, Sintya melaksanakan Salat Dhuhur. Tersangka mengintip rumah korban. Melihat kondisi rumah sepi dan korban salat, Indra Permana masuk ke rumah.

Saat hendak mengambil kunci sepeda motor di kamar korban, Sintya hendak selesai salat. Karena korban mengucapkan salam terakhir dengan menoleh ke kiri melihat tersangka. Melihat orang asing masuk ke kamarnya, korban bertanya kepada tersangka.

Hal itu membuat Indra Permana panik. Tersangka langsung memukul dan menendang korban. Tidak hanya itu, korban dibenturkan ke lantai. Selepas itu, korban diduga dicekik hingga tak bernapas. Akhirnya Sintya meninggal dunia.

Tersangka kemudian mengambil dompet korban. Tersangka mengambil STNK dan uang Rp 100 ribu.Tak hanya itu, pria yang berusia 26 tahun ini mengambil handphone, jaket, dan helm.
Tanpa berpikir panjang Indra Permana melarikan diri menuju Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sayangnya saat melarikan diri, tersangka meninggalkan jejak. Yakni, topinya tertinggal di rumah korban.

Begitu tiba di Tasikmalaya, sepeda motor tersebut dititipkan saudaranya . Tersangka pergi ke Cengkareng, Jakarta Barat hendak menemui orang yang membeli sepeda motor korban. Tersangka menjual secara online.

Saat hendak transaksi itu, tersangka diamankan anggota Polres Jepara. Tersangka beralasan menjual sepeda motor itu untuk biaya menengok istrinya yang sakit di Lampung.

Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto menerangkan, tersangka merupakan residivis tahun 2015. Sebelumnya pernah divonis oleh Pengadilan Ciamis melakukan tindakan pencurian kendaraan bermotor.

Tersangka diancam dengan Pasal 365 KUHP. “Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara,” ujarnya saat konferensi pers Rabu (20/5/2020).

Kapolres yang didampingi Kasatreskrim Polres Jepara AKP Djohan Andika, Kasipropam Polres Jepara Iptu Agus Nuhadi, dan Paursubbaghumas Polres Jepara Iptu Edy Purwanto memaparkan barang bukti yang diamankan berupa satu sepeda motor Honda Vario Nopol K 6797 ACQ, satu Helm
Scoopy warna hitam, satu jaket warna cokelat, dua baju, satu topi warna hitam, dan satu mukena. (epi)

Tidak ada komentar untuk "Tersangka Pembunuhan Dongos Tinggalkan Topi di Rumah Korban"