Balita Pasien Covid-19 Terima Hadiah Boneka dan Susu, Hasil Patungan Nakes

BANTUAN: Kepala Puskesmas Kedung II Suhadi membawakan boneka kepada balita yang terpapar Covid-19 di Desa Karangaji, Kecamatan Kedung, Jepara.

.JEPARA - Sudah beberapa hari Adam dan Bara (bukan nama sebenarnya) menjalani isolasi mandiri di rumahnya, Desa Karangaji, Kecamatan Kedung, Jepara. Pasalnya, salah satu dari dua balita kembar ini dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Dia sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jepara. Hingga Kamis (18/6/2020) belum diketahui terpapar dari siapa. Dugaan sementara, diperkirakan dari Orang Tanpa Gejala (OTG).

Akibat isolasi itu, kedua orang tua balita tersebut tidak bisa bekerja. Mereka terpaksa di dalam rumah sambil menunggu hasil Swab.

Untuk mengurangi beban itu, Kepala Puskesmas Kedung II Suhadi bertandang ke rumah balita tersebut Rabu (17/6/2020). Dia membawakan boneka doraemon, susu formula hingga popok. Barang-barang tersebut diletakkan di depan pintu rumah mereka.

Melihat boneka doraemon, Adam dan Bara begitu sumringah. Dengan suka cita mereka menerima. Meski, keluarga Adam dan Bara menerima dari dalam rumah.

Boneka dan bantuan lainnya ini, jelas Suhadi, merupakan hasil sumbangan dari tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Kedung II. Bantuan tersebut atas empati dari nakes terhadap pasien dan keluarga yang harus isolasi mandiri.

Dua balita kembar usia dua tahun ini tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Kehadiran orang lain di sekitar rumahnya menjadi kebahagiaan yang tak terkira. Sudah berhari-hari dua balita kembar dan keluarga isolasi mandiri di dalam rumah.

Diduga balita tersebut terular dari OTG yang masuk kluster pasar ikan. Mengingat kluster pasar ikan menjadi sumber penularan yang sangat cepat. Lebih dari 24 orang dalam kluster ini yang sudah terkonfirmasi positif.

"Balita di Desa Karangaji, Kecamatan Kedung menjadi pasien balita pertama di Jepara yang terkonfirmasi positif Covid-19," jelasnya.

Pihaknya sangat menyayangkan stigma negatif masih disematkan oleh masyarakat secara umum. Dampaknya, banyak pasien yang tidak mau mengaku. Bahkan, yang lebih tragis, pasien justru dihindari. Padahal, pasien membutuhkan dukungan dari lingkungan dan masyarakat sekitar.

"Harusnya masyarakat sekitar berempati dan saling membantu. Contoh kecil memberi makanan dan lain-lain," paparnya. (epi)

Tidak ada komentar untuk "Balita Pasien Covid-19 Terima Hadiah Boneka dan Susu, Hasil Patungan Nakes"