Naik Status, Jepara Masuk Daerah Transmisi Lokal

BPBD JEPARA
AMBIL SAMPEL: Sejumlah pedagang dan pengunjung Pasar Kalinyamatan Jepara menjalani Rapid Test massal.



JEPARA – Kementerian Kesehatan RI menyatakan Kabupaten Jepara  sebagai salah satu daerah Tranmisi Lokal Penularan Covid-19. Di Jawa Tengah ada 29 wilayah lain yang masuk trasmisi lokal.

Tim Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 dokter Vita Ratih Nugraheni menerangkan, daerah yang dimasukkan sebagai wilayah transmisi lokal adalah daerah yang terdapat kasus positif Covid-19. Dari kasus tersebut adalah hasil penularan dari kasus positif di daerah itu sendiri.

Adanya peningkatan status ini, imbuhnya, akan ada dampak yang ditimbulkan. Di antaranya, jika ada orang yang datang dari Jepara, akan ada kewaspadan dari daerah lain. ''Sama dengan warga yang datang dari Jakarta atau Surabaya yang ke Jepara sebelumnya,” paparnya.

Dia berharap, warga mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Masyarakat tidak meremehkan Covid-19. “Physical distancing, cuci tangan, mandi dan ganti pakaian jika baru datang bepergian, pakai masker jika keluar, dan makan makanan bergizi adalah upaya untuk menghindari virus Korona,” terangnya.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Jepara dokter Fakhruddin menambahkan, setelah dilakukan rapid test massal di sejumlah titik keramaian, ada sekitar 69 orang reaktif Covid-19. Hasil pemeriksaan ini akan dilanjutkan dengan swab yang rencananya dilakukan Selasa (2/6/2020) dan Rabu (3/5/2020).

''Tempat pengambilan spesimen akan dilakukan di rumah sakit Rehatta dan PKU Muhammadiyah Mayong. Sedangkan pemeriksaan laborat akan dilakukan di RSUD RA Kartini dan laboratorium lain yang ditunjuk,'' ujarnya. (epi)

Tidak ada komentar untuk "Naik Status, Jepara Masuk Daerah Transmisi Lokal"