Mbah Alamah Memilih Hidup Sendiri di Gubuk Kecil

DOK
DITINJAU: Alamah tinggal di gubuk kecil karena tidak memiliki rumah di Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan, Jepara.


JEPARA - Seorang nenek tinggal tanpa keluarga di RT 3 RW 1 Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan. Dia hidup sebatang kara. Dia adalah Alamah, 67 tahun.

Perempuan tersebut asli Desa Rengging. Alamah sejak kecil ditinggal orang tuanya. Dia hidup sendiri dengan bantuan dari warga sekitar. Beranjak dewasa dia merantau ke Jakarta.

Selepas beberapa tahun merantau, tanah warisan orang tuanya diduga berbalik nama. Warisan tersebut bukan atas nama dirinya. Dia mencoba mengurus permasalahan tanah warisan. Kala itu dibantu ketua RT setempat.

Namun, upayanya kandas. Dia mencoba ikhlas. Sebab, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Selepas itu, dia berangkat lagi merantau ke luar kota.

Namun, Lebaran 2020 lalu dia sakit. Mbah Alamah kembali ke Jepara. Dia bingung harus tinggal dimana. Dia mencoba menghubungi temannya di Desa Bugel, Kecamatan Kedung. Dia ditawari untuk tinggal disana.

Beberapa hari menginap, dia tidak kerasan. Dia merasa tidak enak hati. Akhirnya dia memutuskan kembali ke Desa Rengging.

Ketua RT 3 RW 1 Maskuri mengizinkan Mbah Alamah tinggal di sekitar rumahnya. Maskuri beserta keluarga juga membantu memberi makan kepada Mbah Alamah.

Atas bantuan dana dari Ahmad Hafidzin, Mbah Alamah dibuatkan gubug kecil di tepi jalan samping rumah Maskuri. "Semampu saya. Saya bantu buatkan gubug semi permanen," katanya.

Babinsa Koramil 04/Pecangaan Kopda Nurhudayanto bersama Petinggi Joko Lelono dan Bhabinkamtibmas Bripka Agus Supriyadi juga menggerakkan warga untuk membangun gubug semi permanen Mbah Alamah. "Sebetulnya dari pihak desa sudah menyarankan Mbah Alamah untuk tinggal di Panti Jompo. Akan tetapi dia menolaknya," jelas Babinsa Kopda Nurhudayanto. (epi)

Tidak ada komentar untuk "Mbah Alamah Memilih Hidup Sendiri di Gubuk Kecil "