-->

Notification

×

Iklan atas tengah

Iklan

Keresahan Ribuan Nakes se- Jawa Barat, Geruduk Gedung Sate Temui Gubernur Ridwan Kamil

Jumat, 05 Agustus 2022 | Agustus 05, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-08-05T09:37:09Z

 

Ribuan tenaga honorer nakes geruduk Gedung Sate Temui Gubernur Ridwan Kamil, Jum'at (05/08/2022).

Bandung, SekitarKita.net,- Ribuan masa aksi damai tergabung dari Dewan Pengurus Jawa Barat (Jabar) Forum Komunikasi Honorer Fasyankes Jabar geruduk Gedung Sate Kota Bandung pertanyaan nasib honorer nakes se- Jawa Barat. Pada Jum'at 05 Agustus 2022. 


Pada aksi tersebut, ribuan Honorer Fasyankes meminta agar diangkat menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) yang selama ini mengabdi di instansi pemerintah baik Kota maupun Kabupaten.


Perlu digarisbawahi, selama ini para nakes menjadi garda terdepan ujung tombak kesehatan pada saat pandemi Covid-19 melanda, Bahkan tak sedikit diantara mereka banyak yang menjadi korban keganasan virus Corona demi upaya menyelamatkan masyarakat.


Hal yang sama dirasakan ratusan honorer nakes Kabupaten Bandung Barat (KBB), sejak shubuh tadi, mereka tinggalkan keluarga demi menemui Gubernur Jawa Barat (Jabar) untuk menuntut hak dan nasib mereka yang terkatung-katung.


Menjelang sholat shubuh para pegawai honorer nakes dari berbagai wilayah di KBB sudah mulai berdatangan di kawasan Pusdai (Pusat Dakwah Indonesia) Jabar tempat titik kumpul dan bergabung dengan ribuan nakes se- Jabar.


Usai melaksanakan sholat shubuh berjamaah di Mesjid gedung Pusdai Jabar, mereka (nakes) kemudian berjalan kaki bergerak menuju Gedung Sate untuk menemui orang nomor satu di Jabar.


Berdasarkan informasi terkini, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dijadwalkan akan menerima audiensi dari perwakilan ribuan nakes dengan status honorer Jumat siang ini 5 Agustus 2022 di Kantor Gedung Sate.


Saat ditemui, Lyna Meylina salah seorang nakes yang berstatus honorer Rekam Medis di Puskesmas DTP Gununghalu KBB mengatakan, untuk mengikuti aksi, ia rela luangkan waktu sejak pukul 02.00 shubuh bersama ratusan pegawai honorer nakes se- Kecamatan Gununghalu.


“Kami (nakes) Gununghalu paling ujung di Bandung Barat, bersama rekan nakes honorer lainya, perawat, bidan rela pergi ninggalin keluarga dari jam 2 subuh untuk melakukan aksi di Gedung Sate," kata Lyna dengan nada lirih saat ditemui.


Bukan tanpa alasan, Lyna juga mengatakan, mereka pergi bersama para nakes honorer lainnya iuran merental Elf angkutan Gununghalu–Ciroyom agar bisa pergi bersama-sama.


“kita datang kesini memakai angkutan Elf, selain untuk mengirit ongkos kita juga harus pergi bareng wujud solidaritas kami sesama honorer,” ujar Lyna sembari menenggak es kemasan plastik.


Ditengah terik matahari, Lyna menjelaskan, ia dan para ribuan honorer nakes lainnya mendesak pemda Jabar dalam hal ini Gubernur Jabar Ridwan Kamil bisa memperjuangkan nasib mereka untuk disampaikan kepada pemerintah pusat (Kemenpan RB).


“Saya dan rekan-rekan mohon Kang Emil untuk bisa memperjuangkan nasib kami para honorer nakes KBB umumkan Jabar ke pemerintah pusat (Kemenpan RB) atau mungkin sampaikan bagaimana nasib (jeritan) kami selanjutnya ke Pak Jokowi,” tegas Lyna dengan nada lantang terurai berkaca-kaca.


Informasi yang dihimpun, pemerintah pusat akan menghentikan tenaga honorer pada 2023 mendatang. Sebagai pengganti tenaga kerja honorer itu, pemerintah pusat akan mengandalkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan ASN.


Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) memastikan tidak ada lagi tenaga honorer di instansi pemerintah usai 2023. Kebijakan ini sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. 


Dalam hal itu, pegawai non-PNS di instansi pemerintah masih tetap melaksanakan tugas paling lama lima tahun saat peraturan tersebut berlaku atau 2023.(Abdul)